oleh

Tebar Bingkisan senilai Ratusan Ribu, Bunda Liesky Terus Bergerak

Gunungkidul ( Religi-Kilasnusantara.com ) –Minggu kedua dibulan Ramadhan 1443 Hijriyah ini MTKN beserta RKN yang diketuai Bunda Liesky Renita kembali adakan giat sambang warga kurang mampu di wilayah gunungkidul. Giat ini merupakan bentuk penyampaian santunan dari donatur yang berupa paket sembako dengan jumlah ratusan yang akan disampaikan di dua hingga tiga hari ini di beberapa Kepanewon di antaranya Kepanewon Semin, Nglipar, Semanu.

Disamping penyampaian paket sembako, giat tersebut juga merupakan bentuk dakwah oleh Bunda Liesky Renita, yang mana sesuai misinya yakni MTKN (Majelis Ta’lim Khairun Na’imah) bergerak di bidang dakwah.

Bunda Liesky adalah ketua MTKN sekaligus pimpinan umum (Direktur utama) media Religi-Kilasnusantara.com yang sudah sepantasnya ikut andil dalam memajukan serta mengentaskan kemiskinan diwilayahnya (Gunungkidul) guna membantu pemerintahnya.

Di sela-sela kegiatannya yang padat beliau menyampaikan bahwa, setelah dirinya mengetahui ternyata masih banyak kemiskinan di wilayah gunungkidul ini, mau tidak mau ia pun tergerak hatinya untuk terus mencari solusi melalui bidang dakwah ataupun mencarikan donasi untuk mereka.

“Setelah saya jelajah keluar masuk kampung, saya merasa amat sedih, ternyata kesenjangan sosial masyarakat di gunungkidul ini amat mencolok baik itu soal ekonominya maupun soal pengetahuan agamanya” ujar Bunda Liesky yang tampak tak kenal lelah.

Ia berharap semoga kesejahteraan dan bimbingan keagamaan di masyarakat nantinya bisa lebih merata demi kehidupan sosial yang lebih baik.

Dirinya mengatakan bahwa agama adalah pondasi utama dalam membentuk karakter manusia, sehingga jika masyarakat nya beragama dengan baik maka akan tercipta generasi yang saling peduli. Hingga mereka yang merasa berkecukupan secara ekonomi bisa turut meringankan beban saudaranya yang lain.

Menurutnya di Gunungkidul ini tidak kekurangan orang-orang yang berlebih harta.

“Meskipun hidup kaya tapi kalau tetangganya masih kesulitan mau makan, apa ya bisa tidur?” Tambahnya dengan nada penuh keprihatinan.

Tak jarang hal ini sering membuatnya menangis manakala melihat kenyataan yang ada di lapangan.

(Sabrina)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *