KPK Menangkap 27 Orang Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Termasuk Bupati Cilacap

KilasNusantara.com, Jakarta// Bupati Cilacap dr. Syamsul Auliya Rachman ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 13 Maret 2026 di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.

Wakil Ketua KPK Fit Roh Rohc Ahyan To serta Juru Bicara KPK Budi Prasetyo telah mengonfirmasi hal ini. Selain Syamsul, sebanyak 26 orang lainnya termasuk aparatur sipil negara dan pihak swasta juga diamanatkan, di antaranya Sekda Cilacap Sad Moko Danardo No, Kepala Diskominfo Buddy Haryanto, dan beberapa kepala dinas lainnya.

Sebelum dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, Syamsul dan rombongan menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Banyumas dan kemudian berangkat menggunakan kereta malam Purwojaya pukul 21.37 WIB. Hingga kini, KPK belum mengungkap rincian kasus yang melatarbelakangi OTT tersebut.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang dilaporkan pada 21 Desember 2025, total kekayaan Syamsul tercatat sekitar Rp 12,03 miliar.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 27 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) kesembilan tahun 2026 sekaligus ketiga pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah, termasuk Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

“Tim mengamankan sejumlah 27 orang. Salah satunya adalah Bupati Cilacap,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Lebih lanjut Budi mengatakan identitas 26 orang lainnya yang tertangkap tangan terdiri atas aparatur sipil negara hingga pihak swasta.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif di sana. Nantinya tentu tim akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,” katanya.

Oleh sebab itu, dia meminta publik untuk menunggu perkembangan selanjutnya dari KPK.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), termasuk Bupati Cilacap yang merupakan kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah.

 

Red/ kn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *