
Gunungkidul, Kilas Nusantara.com, Musyarawah Daerah (Musyda) Nasyiatul Aisyiyah yang digelar dengan sistem e-voting pada Sabtu (20/5) kemarin di Gedung Aula SD Muhammadiyah Al Mujahidin, Wonosari telah berhasil mengangkat pemimpin baru yakni Ketua Umum sekaligus hal ini merupakan momen puncak dari kepengurusan yang selalu berganti di tiap 4 tahun sekali.
Terpilih dengan suara terbanyak adalah Linda Feristiana, S.Psi dengan 70 suara, disusul kemudian Anjar Kurniawati, S.Pd dengan 50 suara. Dengan demikian maka maka berakhirlah masa kepengurusan lama yang dinahkodai oleh Amalia Ulinnuha, S.Pd yakni periode 2016-2022
Amalia Ulinnuha mengharapkan dengan terpilihnya pengurus yang baru, Nasyiatul Aisyiyah Gunungkidul akan lebih bersemangat dan melanjutkan langkah perjuangan yang telah dirintis untuk satu visi dan misi guna mewujudkan perempuan yang berdaya, sejahtera dan memberikan manfaat bagi semua.
“Tidak ada mantan kader, disini kita akan terus bersama-sama mewujudkan cita cita, dimana teman-teman yang saat ini sudah purna dari Nasyiatul Asiyah akan melanjutkan perjuangan mereka di Aisyiyah, begitu terus karena sejatinya ini adalah wadah bagi kita untuk bergerak dan sebanyak banyaknya berusaha memberi manfaat bagi umat” papar mantan Ketua Umum lama.

Sebagai Ketua Umum terpilih, Linda Feristiana, S.Psi mengungkapkan bahwa sebuah organisasi perempuan besar merupakan amanah yang tidak mudah, namun dia tetap optimis dengan dukungan seluruh jajaran pengurus dan kader Nasyiah, akan dapat berbuat lebih banyak untuk kemajuan kaum perempuan di Gunungkidul khususnya.
“Dengan dukungan dari teman-teman dan berbekal pengalaman dari kepengurusan yang lalu, insyaAllah akan dapat menjadi semangat dan pembelajaran bagi kita untuk menyusun langkah lebih baik ke depan” ungkap Linda.
Lebih lanjut, Linda mengungkapkan bahwa Nasyiatul Aisyiyah yang mendapatkan kepercayaan dari Kementrian Kesehatan untuk menyalurkan bantuan makanan tambahan bagi ibu dan balita masih fokus pada isu-isu perempuan dan anak yang marak di Gunungkidul, yakni pernikahan dini dan stunting.
Munculnya kader-kader baru dari berbagai pelosok wilayah Gunungkidul merupakan sebuah kemajuan bagi organisasi, dimana ide dan gagasan organisasi diterima dengan baik oleh masyarakat, ibu-ibu muda dan remaja putri yang menjadi lahan dakwah Nasyiatul Aisyiyah.
Dalam pelaksanaan Musyda juga digelar berbagai macam hasil milik Nasyiatul Aisyiyah diantaranya adalah Bazaar yang diisi oleh pengusaha makanan dan fashion milik kader, BUANA atau Badan Usaha Milik Nasyiatul Aisyiyah serta Pashmina atau Pelayanan Kesehatan Remaja Milik Nasyiatul Aisyiyah.
(Nanishuka)