KilasNusantara com // Jatisari – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro telah melaksanakan program edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) standar di bengkel pengelasan di Desa Jatisari, Kecamatan Subah, pada Kamis (23/01/225).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan para pekerja terhadap standar keselamatan dalam industri pengelasan guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja.
Kegiatan ini diawali dengan sesi sosialisasi mengenai pentingnya penerapan K3 di lingkungan kerja. Para mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai bahaya yang dapat terjadi di bengkel pengelasan, seperti paparan sinar ultraviolet dari proses las, percikan api, serta risiko kebakaran akibat bahan mudah terbakar. Selain itu, dijelaskan pula prosedur pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kerja.
Dalam rangka meningkatkan keselamatan pekerja, mahasiswa KKN juga menyediakan dan mendistribusikan APD standar seperti helm las, sarung tangan tahan panas, dan masker khusus untuk mengurangi paparan asap las, karena sangat berbahaya bagi kesehatan paru-paru para pekerja Jika tidak menggunakan masker.
Pelatihan-pelatihan ini langsung di praktekkan mengenai tata cara penggunaan APD yang benar agar mereka dapat bekerja dengan lebih aman dan nyaman.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, karena selama ini banyak pekerja yang kurang memahami risiko dari pekerjaan mereka. Adanya edukasi dan APD yang diberikan, Kami merasa lebih aman dalam bekerja,” ujar Fauzan, salah satu pemilik bengkel pengelasan di Desa Jatisari.
Mahasiswa KKN, Muhammad Raihan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam kehidupan masyarakat.
“Kami berharap edukasi ini dapat terus diterapkan oleh para pekerja, sehingga tingkat kecelakaan kerja di bengkel pengelasan dapat diminimalisir,” ujar Raihan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya penerapan K3 semakin meningkat di kalangan pekerja di Desa Jatisari. Program ini juga menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Penulis: Muhammad Raihan