Jelang Ramadhan Bunda Liesky Sampaikan Ratusan Paket Sembako

Gunungkidul ( Religi-Kilasnusantara.com ) – // – Liesky Rennita di bantu relawan dan tim kembali turun gunung lakukan baksos ke beberapa wilayah kalurahan di Gunungkidul untuk menyampaikan donasi yang berbentuk paket sembako bagi warga miskin hari ini Kamis, (17/03/2022) dengan menggunakan dua armada kendaraan roda empat.

Di mulai pukul 10:00 WIB Liesky dan rombongan menuju kalurahan Piyaman yang kemudian di lanjutkan ke kalurahan Wareng Wonosari, lalu terakhir menyasar di kalurahan Mulusan, Paliyan Gunungkidul.

Agenda baksos ini rencananya akan di lanjut sampai tiga hari kedepan, hingga hari Sabtu 19/03/2022 mendatang untuk lebih memeratakan bantuan ke beberapa Kalurahan di beberapa Kapanewon lagi, hingga santunan yang jumlahnya ratusan ini dapat tersalurkan secara keseluruhan.

Setiap melakukan kegiatan baksos Bunda Liesky memang lebih memilih untuk terjun langsung sendiri ke lapangan, dengan alasan agar dirinya lebih mengenal semua warga masyarakat dan tentunya bantuan bisa tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

Liesky Rennita atau yang lebih akrab di sapa Bunda Liesky ini adalah merupakan warga Gunungkidul aseli, tepatnya ia tinggal di Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Ia adalah ketua MTKN (Majelis Ta’lim Khoirun Na’imah) sekaligus Pimpinan Umum RKN (Religi-Kilas Nusantara) sebuah media online yang lebih konsen mengangkat pemberitaan dunia dakwah.

Dalam keseharian di samping Bunda Liesky mengurus tugas dakwah dan sosial juga media pemberitaan, ia pun menjadi ketua sebuah Yayasan yang bergerak dalam perjodohan, yakni Yayasan Biro Jodoh Rumaysho di bawah naungan Pesantren Darush Sholihin Panggang Gunungkidul Pimpinan KH. Muhammad Abduh Tuasikal.

Terkait bantuan yang sering di agendakan ini di samping dirinya memiliki jiwa sosial yang tinggi, juga sebagai bentuk dari rasa tanggung jawabnya atas kemiskinan yang masih menonjol di Gunungkidul yang sekaligus ingin membantu tugas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Santunan yang ia berikan bukan hanya berbentuk kebutuhan dapur (sembako) melainkan juga sering membantu pembangunan tempat Ibadah seperti Mushola dan Masjid, hingga bedah rumah.

Dirinya mengaku tidak bisa tinggal diam manakala melihat kesenjangan sosial terjadi di masyarakat.

“Saya itu orangnya nggak tegaan Mbak kalo melihat warga-warga miskin yang terpinggirkan” ungkapnya dengan nada nelangsa sembari terus menyusuri jalan-jalan kampung menuju lokasi di mana bantuan akan di sampaikan.

Semoga langkah wanita satu ini bisa menggugah para pemangku wilayah dan para pejabat terkait hingga terwujud Gunungkidul yang adil Makmur ‘gemah ripah lohjinawi’

(Sabrina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *