oleh

MTKN Bersama UMAT Dalam Ramadhan Terakhirku

Gunungkidul ( Religi-Kilasnusantara.com ) – Majelis Taklim Khoirun Na’imah (MTKN) pagi ini Minggu (3/4) tepat pukul 08.00 adakan Kajian Rutin Ahad Wage di Aula Omah Ngaji MTKN Bendorejo Semanu, Kepanewon Semanu Gunungkidul dengan mengangkat tema Ramadhan Terakhirku.

Sebagai pengisi tetap dalam kajian adalah Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal (UMAT) Pimpinan Pondok Pesantren Darush Sholihin Panggang Gunungkidul.

Kyai berputra empat asal Ambon yang pagi ini mengenakan kemeja lengan panjang kotak-kotak dengan setelan bawahan kain sarung ia nampak begitu kharismatik terlebih di tunjang dengan keilmuannya yang mumpuni. Tak heran jika kehadirannya selalu di tunggu-tunggu oleh jamaah dari berbagai kalangan.

Cara penyampaianya yang lugas dengan materi ringan sederhana, membuat jamaah tua muda ‘jenak’ duduk berlama lama di kajian dan merasa tidak kesulitan dalam menerima dan memahami ilmu yang beliau sampaikan.

Kyai yang beberapa waktu lalu mendapatkan Sertifikasi Dakwah dari MUI ini tampak begitu rinci menjelaskan tentang kaidah ber-agama sekaligus mengingatkan bagaimana memilih makanan yang halal pada jamaah ‘ndeso’ yang berjumlah tidak kurang dari 450 orang yang berasal dari berbagai Dusun.

“Orang yang tidak mau menjalankan sholat dagangannya lebih baik di boikot, terlebih jika dia menjual daging” tutur Pak Kyai menerangkan betapa pentingnya menjaga diri dari memakan daging yang di khawatirkan cara penyembelihanya.

Kajian rutin yang berlangsung selama 90 menit ini banyak menyita perhatian jamaah, terbukti dengan antusiasnya mereka yang ingin bersungguh-sungguh dalam belajar ilmu agama. Bahkan kebanyakan dari mereka adalah masyarakat yang masih awam.

“Kalau saya sebagai pekerja berat dan tidak puasa apakah saya tetap dapat pahala Pak Ustadz ?” Tanya salah satu jamaah bernama Wakimin asal Karangwetan Karangmojo yang sontak membuat jamaah lain tertawa riuh.

“Kuat-kuatin untuk tetap puasa dengan niat kuat, InsyaAlloh Alloh kuatkan” jawab Pak Kyai yang juga tidak bisa menahan tawanya.

Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif yang membuat suasana makin hangat dengan beragam pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan hingga di penghujung kajian Pak Kyai menutupnya dengan doa.

‘Moga bawa berkah untuk semua’

(Sabrina)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *